Pines Garden Tretes: Bersebelahan dengan Air Terjun Kakek Bodo

capture

Lobby Pines Garden

Kisah ini dimulai (halah :P) saat saya harus mencari hotel di sekitar lapangan golf di Pandaan, tempat kita biasa menginap. Yang menjadi kriteria adalah harga terjangkau, hotel dalam keadaan terawat, dan ada kolam renangnya. Seperti biasa Agoda dan Traveloka jadi andalan, jangan lupa cek di Google Map untuk memperkirakan perjalanan. Setelah memilih range waktu tempuh sekitar 30 menitan dari lapangan, harga  yang sanggup dibayar beserta extra bednya berapa,penampakan di foto gimana, testinya bagus ngga…akhirnya terpilihlah Pines Garden di Tretes…yeay! 😀 Hotel yang baru pertama kali ini kami kunjungi dan ngga bisa nanya-nanya juga ke teman aslinya gimana sih, pak sopirpun belum pernah kesana jadi mungkin nanti mesti nyari dulu.

capture

View Pines Garden

 

Proses bookingpun mudah, bisa dari Agoda atau Traveloka, atau telpon langsung ke hotelnya. Mereka perlu DP 50% dari harga kamar, H-1. Kalau website kumpulan hotel bayarnya lebih cepat, tapi ada diskon daripada pesan langsung. Mungkin kalau pesan di travel agent juga bisa lebih murah kali ya. Harga yang kami bayar sudah termasuk sarapan dan free wifi. Perjalanan ke Tretes rata-rata lancar, sejak ada tol Surabaya – Pandaan itu jadi lebih cepat dan pasti. Jalanan ke Tretes meliuk-liuk, kecil dan menanjak terus. Tapi Google Map bisa diandalkan, selain itu petunjuknya cukup jelas. Akhirnya sampailah kami di hotel yang nanjaknya 80 derajat, sampai mobil parkir pasti harus pakai ganjalan atau dibatasi dengan polisi tidur biar ngga ngglundung 😀

capture

Gerbang ke kolam renang

 

Dari bawah hotelnya nampak menjulang meski mungil, ada lift transparan di paling depan untuk hotel dengan 4 lantai ini. Welcome drink ada di lobby yang mungil, tepatnya di selasar menuju ruang makan. Kesannya seperti di hotel bintang tiga yang minimalis, tapi interiornya lumayan mewah. Setelah kamar kami siap jam 2 siang, kami menaiki lift yang meski ditulis bisa buat 8 orang, diisi kami 4 orang kok rasanya sesek ya 😀

Selasarnya ngga gitu gede, cuma bersih dan di sepanjang dinding ada lampu berbentuk kumbang. Di titik tertentu ada automatic lightnya jadi nyala sendiri kalau ada yang lewat (ngga usah mistis ya :D) Meski siang hari, suasananya sendu di Tretes ini. Selain tinggi, mendung, udara sejuk, dinding dekat lift sengaja dibuat dari susunan bata yang bolong-bolong jadi meski dalam gedung tetap sejuk aja.

capture

Kamar Pines Hotel

Kamarnya luas, padahal saya pesan yang paling murah. Ditambah dua extra bed mestinya masih bisa, tigapun tamu masih bisa melaluinya. Cuma kalau sudah tiga ya mending buka kamar baru ya 😀 Kamar mandi luas juga, dengan air panas yang sangat bisa diandalkan kalau udaranya sejuk begini. Kamarnya sendiri ngga pakai AC, ngga perlu juga sih. Agak sumpek buka aja pintu geser yang menghubungkan balkon. Duduk-duduk cantik sambil lihat view yang outstanding: kolam renang yang bentuknya kaya yin dan yang, pepohonan cemara dan pemandangan kota entah Tretes atau Pandaan. Kongkow di balkon siang atau malam sama aja outstandingnya, karena kalau malam kolam diterangi lampu yang temaram, sementara dari kejauhan lampu kota mulai berkelipan. Kalau sudah begini males aja nyalain TV kabel atau berlama-lama menggunakan free wifi. Tapi ngga tau ya kalau kesana niatnya untuk kerja (gubrak deh :P).

capture

View dari balkon hotel

Berhubung kemarin Tretes ujan mulu, jadi males ya mau turun untuk makan ke Pandaan ataupun untuk sekadar ngemil-ngemil di depan hotel Surya. Jadilah kita nyoba ke restorannya, yang ternyata nyaman banget loh buat sekadar makan ataupun ngobrol aja. Ada sofa- sofa di bagian depan, stand makanan untuk yang rombongan dan makan pagi, ruang makan, sofa empuk untuk karaokean dan meja pub. Oya disini semua ada asbaknya jadi nampaknya diperbolehkan untuk merokok. Mungkin karena ngga pakai AC, ruangannya terbuka atau berlangit-langit tinggi, trus sejuk juga. Tapi untunglah kemarin ngga ada yang merokok di samping-samping kita.

capture

Ruang makan Pines Garden

Soal menu sangat beragam, sampai kita ngga yakin sendiri dan nanya, ini emang ada semua ya 😀 Selain itu melayaninya juga termasuk cepat, mengingat saat itu ada rombongan yang juga makan bareng kita yang ala carte begini. Makanannya termasuk enak, porsi cukup, bahannya terasa segar, dan ngga berlebihan rasanya. Harga juga sama lah seperti resto menengah di Surabaya, ngga semahal harga hotel. Sarapannya cukup lengkap, mulai dari dessert tradisional dan cake, makanan kuahnya ada bakmoy dan soto, main coursenya Indonesia banget, mau western ya makan roti panggang, trus ada bubur ketan item my favourite. Terakhir bisa pilih jus melon, pisang, teh dan kopi untuk penutupnya. Cuma pas pesan susu hangat, maunya yang langsung dari sapinya, bukan dari kaleng susu kental manis 😀 Soalnya kalau tempat tinggi begini asosiasinya sama peternakan sapi 😛

capture

Set breakfast

Kolam renang kita nyobain paginya, jam 7.  Itu dari siang kemaren kolam ngga pernah kosong pasti ada satu dua yang berenang. Kolamnya besar, kayanya lumayan deh kalau dari ujung ke ujung. Berhubung kolam orang besarnya punya kedalaman 165 cm, saya pasti kelelep #nasibbadansemampai 😀 akhirnya mainnya di kolam anak kecil, yang ngga pendek-pendek banget dan…dingiiiin. Ampun ini jam 7 pagi saat matahari bersinar malu-malu, berenang di sini berasa ikut ice bucket challenge 😀 Begitu nyebur sudah dingin, belum pas berenang kena kepala, sebaiknya ngga langsung karena bisa pusing. Mungkin dibasahin dulu kali ya kepalanya biar ngga kaget. Airnya jernih dan segar banget, pasti dari mata air pegunungan. Serasa berenang di Aq*a 😀

Kalau ngga mau berenang bisa keliling komplek hotel yang ngga terlalu besar. Ada taman bermain dan lapangan, bisa buat olahraga atau BBQan. Kami jalan dikit keluar hotel, lah kok baru tau pintu masuk hotel itu bersebelahan dengan pintu masuk Air Terjun Kakek Bodo. Sudah lama dengar sih ada wahana wisata ini, cuma ngga gitu tertarik masuk. Kalau sebelahan gini ya mau dong 😀

capture

Pemandangan di Kakek Bodo

 

 

Tiketnya 12.500 per orang, jangan lupa disobek dikit dulu sebelum diberikan ke petugas. Jam buka mulai jam 7 pagi hingga 4 sore. Awalnya kita turun melintasi jembatan di atas sungai kecil dengan batu-batu besar. Trus ada beberapa arena playground, gazebo, dengan warung-warung yang jualan soto, bakso, jagung bakar, dan lain sebagainya. Mulai dah jalanan menanjak 400 meter, dengan kemiringan 60-75 derajat. Jalannya sih cukup bagus pakai tangga batu gitu, jembatannya juga bagus. Cuma karena habis gerimis hati-hati jangan sampai terpeleset. Jalan saja terus menyusuri sungai dengan bebatuan besar dan air yang jernih cukup dangkal, nanti di ujung ada air terjun dengan lautan manusia di bawahnya. Soalnya mudah untuk mengaksesnya jadi pengunjung pada turun. Kalau ngga mau umpel-umpelan, turun aja sedikit anak-anak bisa bermain air di bawah.

capture

Air Terjun Kakek Bodo

Jadi kabur pas weekend ini cukup lumayan lah meski hanya satu malam. Bisa nyepi di hotel yang nyaman, olahraga renang dan hiking di air terjun Kakek Bodo 🙂

 

 

Advertisements