Apa Anda Lebih Pintar Daripada Anak Kelas Lima?

Sambil santai, saya menemani kakak menonton acara ‘Are You Smarter Than A 5th Grader?’ atau kalau diterjemahkan ‘Apa Anda Lebih Pintar Daripada Anak Kelas Lima?’. Acara yang dipandu Jeff Foxworthy ini dilakukan di studio, sistemnya seperti tanya jawab, dengan pesertanya adalah orang dewasa dengan beragam profesi, dan lima anak kelas lima. Anak-anak ini yang akan membantu orang dewasa jika kesulitan menjawab.

Soal yang akan diberikan dapat dipilih oleh peserta, terdiri dari berbagai mata pelajaran mulai kelas 1 hingga 5 sekolah dasar. Misal mereka dapat memilih tata bahasa kelas 2 , matematika kelas 1, sains kelas 4 dan sebagainya. Pertanyaannya menyesuaikan. Misal untuk tata bahasa kelas 2, pertanyaannya adalah untuk dialog, tanda baca apa yang diberikan. Ada pilihan titik dua, koma dan tanda kutip. Atau untuk pertanyaan matematika kelas 1, angka terbesar yang terdiri dari satu digit adalah angka berapa? Kali ini tak ada pilihan jawabannya.

20130202-063148.jpg

Peserta anak-anak sangat antusias menjawabnya, karena mereka menguasai betul empat tahun lebih masa-masa belajarnya di sekolah. Sedangkan peserta dewasa lebih banyak yang ragu, karena sudah lupa, dan jawaban salah akan menghilangkan hadiah uang yang makin lama makin besar.

Kesan pertama, nampaknya negara Paman Sam ini sudah mantap kurikulumnya sehingga mau ditanyakan ke anak Amerika manapun dalam kisaran usia mereka, mereka sudah diberikan pelajaran yang sama, yang diterapkan terus menerus dengan perbaikan kurikulum jika diperlukan, dan bukan merombak total kurikulum yang ada.

Yang kedua, kesempatan pendidikan sudah merata di sana, sehingga mau meminta peserta dari sekolah dasar manapun di seluruh negara bagian, tidak menjadi masalah bagi pengelola program televisi ini. Mungkin dikarenakan pendidikan gratis dan dapat diakses oleh siapapun, terutama sejak diterapkan program No Child Left Behind pada tahun 2001.

Saya bayangkan bagaimana kalau acara tersebut diterapkan di Indonesia? Kita jangan bahas rating dulu karena acara seperti ini pasti jeblok ratingnya, mengingat Who Wants To Be Millionare malah dihentikan tayangannya di negeri ini. Padahal di India saat suami berkesempatan kesana, hampir setiap hari di prime time, televisi India menayangkan acara yang populer ini.

Seandainya bisa ditayangkan, dilihat dari peserta anak-anak, pertanyaannya adalah harus ambil dari pulau apa, kota mana, dan SD yang seperti apa? Belum-belum sudah mumet karena kesempatan pendidikan belum merata, meski kurikulum sama, materi yang diberikan tidak sama antar daerah dan negeri-swasta, lalu memilih anak-anak yang antusias menjawab juga sulit. Masalah lain adalah, apakah mereka paham betul materi kelas 1 hingga kelas 5, mengingat begitu banyaknya materi yang diberikan dan tingkat pemahaman masih sekadar hapalan. Jangankan ganti kelas membuat lupa pelajaran sebelumnya, selesai UTS saja mungkin sudah lupa materi setengah semester sebelumnya.

Begitu masuk ke pemilihan peserta dewasa, tambah mumet lagi. Kita mungkin bisa mencegah malu dengan memilih peserta yang pintar. Nanti dulu. Pintar saat ini, belum tentu paham dengan baik pelajaran dasar. Misal saat ini pekerjaannya berkaitan dengan hitung menghitung, belum tentu begitu ditanya tentang sains misalnya, peserta bisa menjawab dengan baik.

Wah, belum-belum sudah skeptis duluan ya…

Sebenarnya bisa saja menayangkan versi Indonesia acara ini, namun, acara ini hanya akan menjadi representasi sistem pendidikan kita sekarang. Yang terlihat hanya puncak gunung es. Bagian yang besar, yang bisa menenggelamkan Titanic, ada di bawah permukaan. Yang kesempatan mendapatkan pendidikannya belum merata, yang masih mencari jati diri kurikulum yang mantap seperti alay saja, yang masih mencoba-coba delivery method sesuai umurnya, yang masih meningkatkan kemampuan pendidiknya, yang masih berkutat dengan fasilitas yang minim terutama untuk sekolah-sekolah di luar pulau Jawa, yang…banyak deh!

Jadi, saya tetap menunggu, dan berpengharapan ada perbaikan di kurikulum nasional. Biar adek bisa terus sekolah dengan semangat, biar adek bisa tetap pakai buku kakak, biar adek bisa paham benar apa yang dipelajarinya, biar adek bisa menerapkan apa yang didapatnya, biar teman-teman adek, semua, bisa terus melanjutkan sekolahnya, merata di seluruh Indonesia.

***
Sumber gambar: Store.steampowered.com

Referensi:
http://en.wikipedia.org/wiki/Are_You_Smarter_than_a_5th_Grader%3F_(U.S._game_show)
http://astutimulefa.blogspot.com/2011/04/perbedaan-sistem-pendidikan-di.html?m=1
http://olivya-permata.blogspot.com/2011/04/sistem-pendidikan-di-indonesia-vs.html?m=1
http://ayahkita.blogspot.com/2011/02/kumpulan-evaluasi-sistem-pendidikan-di.html?m=1

Advertisements