Bola – bola Api

Pekerjaanmu menyebalkan ya.

Harusnya kau kan disini, menempati kamar yang telah kau pesan jauh hari, untuk momen spesial ini. Menitipkan anak-anak pada eyangnya, dan membiarkan kita melewati satu malam saja, hanya berdua. Tapi, kenyataan yang berbicara. Kau pergi, justru di waktu yang penting ini.

Jika yang kita rencanakan terjadi, kita akan nikmati satu hari yang tak kan pernah kembali. Breakfast bersama sambil berhadapan, di meja khusus untuk berduaan. Agak nyempil memang, namun dari tempat itu kita dapat dengan leluasa melihat pemandangan gunung yang tertutup kabut dari kejauhan. Kita tak akan terlalu mempersoalkan omelette yang kurang asin, sosis yang kurang lembut, atau jus jeruk yang terlalu masam. Hanya menikmati pagi, dengan kau menemani.

Siangnya, mungkin kau akan membawaku berjalan-jalan, ke tempat yang ku mau. “Aku akan menunggumu selama kau berbelanja, tanpa protes dan cemberut seperti biasa. Aku tak akan memilih duduk di kafe selama menantimu, tapi mengikuti setiap langkahmu, dan menggandengmu mesra. Atau kau hanya ingin pergi berkeliling kota? Aku akan menyewa driver agar dapat menemanimu di kursi belakang, dan membiarkanmu menyandar di bahuku selama menikmati pemandangan di luar. Atau hanya di kamar saja, sayang? Aku akan lakukan apa yang kau mau, memijatmu, membelaimu, atau menemanimu menonton film favoritmu, untuk menebus semua waktu yang seharusnya kuhabiskan denganmu.

Kau boleh memilih mau dinner dimana sayang. Restoran favoritmu, atau di hotel saja, sambil menunggu acara tahun baru dimulai. Menikmati live music, menerima pembagian topi dan terompet, dan mengikuti semua acara yang ada. Seru-seruan saja sayang. Sekali-sekali ikut perayaan perlu juga, sebagai simbol keoptimisan menghadapi tahun yang baru. Dan saat tahun berganti, aku akan memelukmu dari belakang, kita berdua menengadah ke langit, melihat bola api yang bermunculan, pecah, menjadi puluhan warna yang indah menghiasi langit yang cerah.”

Mestinya itu yang kita nikmati. Namun kini aku menatap bola-bola api itu bermunculan di hadapanku, sendiri. Anak-anak kuajak semua menempati kamar ini, daripada mubazir tidak kita gunakan. Seharian ku menemani mereka breakfast dengan bolak balik megambilkan omelette-susu-jus jeruk-sosis-aku mau tambah omelette- dan -susunya lagi-. Lalu mereka berenang, dengan aku di sisi kolam berusaha menghubungimu. Sial, di tempatmu sedang tak ada sinyal.

Siangnya ku mengajak mereka bermain di mall, menonton film, dan makan di restoran yang mereka pilih. Sore hari, setelah mendapatkan semua buku dan cemilan untuk menemani begadang (‘Aku mau begadang! Aku sudah besar!’) kami mengurung diri di kamar. Meskipun persiapan sudah cukup matang, tetap saja jam sembilan mereka terlelap di pembaringan. Aku di samping mereka, tertidur kelelahan.

Namun Tuhan baik. Menjelang tengah malam aku dibangunkan. Mungkin terganggu suara live music dari pool hotel yang menjadi pusat perayaan tahun baru. Atau mungkin juga dari bola-bola api yang dimuntahkan ke angkasa, mengeluarkan dentuman yang keras dan mengeluarkan sinar yang indah. Apapun itu, kini aku sedang menyaksikannya. Sendiri, memandang melalui jendela, dan tahu dengan pasti kau tak bisa menyaksikannya meskipun kita dinaungi langit yang sama.

Maka dari kamar ini sayang, aku doakan kamu. Semoga tahun depan, kita bisa menjadi lebih baik lagi. Mendukung satu sama lain, saling menyayangi, dan bersyukur atas semua anugrah dan cobaan yang Tuhan ijinkan terjadi.

Oya, pernyataan sebelumnya mengenai pekerjanmu, kutarik kembali. Bukankah itu juga anugrah yang harus disyukuri?

Selamat Tahun Baru, sayang.

20130101-011151.jpg

    Bola – bola api

    Bola – bola api di jendela
    Melesat ke angkasa
    Memecah di ketinggian
    Menjadi banyak serpihan

    Menghiasi langit yang kelam
    Dengan warna-warni keindahan
    Berbagai bentuk nampak di kegelapan
    Seakan memberi harapan

    Bahwa meski gelap tetap ada terang
    Meski suram masih ada jalan
    Meski tak jelas masih ada asa
    Bagi mereka yang berani dan bersemangat

    Meski tak ada kau disini
    Kubagi apa yang kulihat saat ini
    Melihat tak hanya dengan mata
    Namun juga dengan hati

    Di bawah langit yang sama
    Namun di tempat yang berbeda
    Selamat tahun baru untukmu
    Semoga tetap menjadi yang terindah untukku

Komen? Silakan^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s