Ode, Warisan Jangka Panjang Horatius

20121211-194441.jpg

Horatius adalah penyair dari Roma yang hidup pada masa 23 hingga 13 Sebelum Masehi. Ode, merupakan empat buku puisi yang bertemakan cinta, pertemanan, nikmatnya anggur, indahnya alam, serta nilai-nilai Romawi tentang martabat dan ketenangan. Karyanya mengilhami para penyair hingga 2000 tahun kemudian, termasuk Ben Jonson dan Shakespeare, karena Horatius dapat menunjukkan pada kita, adalah mungkin untuk mengalami emosi yang mendalam dan terus menerus namun tetap hidup di dunia yang nyata.

Tiga buku pertama yang berisi 88 syair, diterbitkan waktu Horatius berumur 40an. Sedangkan buku keempat yang berisi 15 syair diterbitkan sepuluh tahun kemudian. Karya Horatius memadukan ketenangan yang tentram dengan nafsu yang berkobar. Ode menggambarkan masyarakat pada jaman itu, sebuah model patriotisme dan nilai budaya untuk abad selanjutnya.

Beberapa ungkapan Horatius yang populer seperti:

Carpe diem! (rengkuhlah hari ini)

Nil desperandum (tidak ada alasan untuk berputus asa)

Dulce at ducorum est pro patria mori (adalah indah dan telat untuk mati demi negaramu)

Horatius tahu bahwa hidup ini singkat, namun kata-kata dapat abadi. Dalam buku pertama, Horatius menciptakan puisi Rengkuhlah Masa Kini.

‘Jangan pertanyakan (pengetahuan terlarang ini),
berapa tahun hidup kita ditakdirkan,

Milikku dan milikmu; jangan pula ramalan
Babilonia kau pedulikan.

Lebih baik menanggung masa depan,
Leuconoeku, seperti menanggung masa silam.

Tak peduli Yupiter masih akan menganugerahi
banyak musim dingin, atau ini yang penghabisan;

Inilah yang membuat ombak Tyrrhene
menggempur pesisir habis-habisan

Tapislah anggurmu dan buktikan kebijakanmu;
hidup itu begitu singkat; perlukah lebih lagi diharapkan?

Ketika kita berbicara, waktu yang pencemburu
telah surut menjauh.

Rengkuhlah masa kini; percayalah hari esok,
bahkan sekecil apapun yang engkau mampu’

Pendapatnya tentang Warisan jangka panjang ia ucapkan sebagai :

Exegi monumentum aere perennius
Reqalique situ pyramidum altius

atau

Monumen ini akan tahan lebih lama daripada logam dan saya yang membuatnya
Lebih kekal daripada kursi raja, lebih tinggi daripada piramida.

Dan hal tersebut telah terbukti.

Referensi : Buku-buku yang Mengubah Dunia

Sumber gambar: horatius.com

.

IndriHapsari

Komen? Silakan^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s