Lagi-lagi mengandalkan galeri foto 😛 untuk menyusun daftar pembelian berikut. Pasti banyak makanan deh reviewnya, but I’ll try my best. Yang dipajang cuma yang the best aja dan no endorse ya. Entah napa klo sampe ngendorse supaya viral itu kok kaya belum terlalu kuat daya tariknya. Memang sih mungkin ada yang karena baru belum pada kenal, dasarnya emang bagus. Tapi lebih banyak yang zonk (been there, done that). Yang bisa menjawab cuma waktu, bisa tahan lama ngga dengan semua keviralan itu.
Anyway, let’s start. I’ll put the pic if there’s any suitable pics in my gallery.
- DIY AYCE
Benernya bikin sendiri bakar-bakaran di rumah karena pada kena Covid, trus gimana ya padahal mau makan-makan bareng. Trus liat jastip lagi rajin jualin daging-daging model rice bowl gitu, boleh lah kita coba. Dagingnya juga ngga paham apaan aja, yang penting tipis-tipis dan rendah lemak (baru kita ketahui setelah bandingin yang banyak lemak dan dikit lemak, susah ngunyahnya gaes yang banyak lemaknya dan berasa dosanya jadi tambah banyak :D). Paduan lainnya ada jamur, ayam, selada, bawang bombay, dan saus-sausan. Sausnya juga bedanya apa, lupa 😛 Ada sukiyaki, teriyaki, bbq, semuanya hitam sih. Butter opsional sih, ngga pake juga ngga apa karena uda ada lemak dari daging. Kompor bisa pake yang listrik atau yang portable supaya bisa ditaruh di meja makan. Kenapa jadi masuk review, karena puas banget makan daging-dagingan tanpa batas gini dan yang pasti lebih murah daripada di resto.

indrihapsariw.com
2. Duren UTC – Trawas
Duren ada banyak jenis kan ya. Dari semua duren yang pernah saya cobain, kayanya duren dari Ubaya Training Center (UTC) Trawas ini paling juara deh. Durennya cuma bisa dikonsumsi kalau beneran jatuh dari pohonnya, no ambil-ambil club ya. Jadi rare banget kan, nungguin duren jatuh. Bener pohonnya ada ratusan dan semua pohonnya dinomorin supaya tahu buahnya ini jatuh dari pohon yang mana, ditandain tuh ciri-cirinya. Yang kita konsumsi loh ngga ada yang fail. Tambah rare lagi karena cuma bisa dibeli di UTC, ngga sampai bisa turun ke kota lain karena supply sedikit sementara yang nginep di UTC doyan duren semua 😀 Ada juga salak jenis salak pondoh yang manis, renyah, dan bisa bagus semua sekantong. Harga separuh yang di kota, tapi ya itu belum sampe turun uda abis duluan 😛

indrihapsariw.com
3. Penjahit Luwes – Surabaya

indrihapsariw.com
Di awal saya bilang jangan lekas percaya sama yang viral-viral, salah satunya soal penjahit yang bisa dipercaya. Di foto ini suasana di penjahit Luwes, yang punya pengalaman puluhan tahun dalam perjahitan di Surabaya. Tempatnya luas, promonya ngga ada. Emang bersahaja ni tempat, dengan kualitas yang bagus, waktunya sesuai yang dijanjikan, dibarengin dengan harga yang juga tinggi. Karena harga itu pula, saya sempat pindah ke penjahit yang lagi viral dengan endorse artis-artisnya, pegawai yang buanyak dan kayanya tampak sibuk di IGnya. Service OK, promonya murah (ternyata sama aja harganya), tapi lemah di quality control. Baju pesta saya kena minyak yang ngga bisa dihilangkan oleh laundry. Sudah saya tanya pas fitting, si penjahit dan CSnya bilang kena air, nanti bisa hilang sendiri. Saat saya terima ya noda yang cukup keliatan (besar dan di bagian depan) itu ya masih ada, kain bajunya keliatan bekas dipegang banyak tangan, disetrikanya kepanasan jadi berbekas, jatuhnya ngga pas juga dan kesel jadi makenya. Sempat diprotes juga di IG oleh pelanggan lain, trus dari perusahaan bilang silakan dilaporkan kalau ada komplain, tapi ngga ngasih hotlinenya 😛 Saya juga males ribut, apalagi minta bukti dll (lah kita korban kok kita yang sibuk). Saya punya opsi, ngga cocok dan bikin ribet ya pindah. Rekomendasi saya silakan ke Luwes, yang biarpun bersahaja, kerjanya bener dan sungguh-sungguh bukan asal viral. So yeah, I have some regrets, and unfortunately, I have to experience them by myself 😦
4. Mie instan Irvins – Singapura
Indomie itu enak. Tapi kalau mau yang lebih enak, saran saya cobain Irvins yang Salted Egg maupun yang Spicy Salted Egg. Bumbunya banyak, berasa telor asinnya, mienya juga kayanya lebih banyak deh. Soal tekstur kayanya lebih kenyal daripada mie instan biasa. Ini juga taunya setelah nyobain beragam mie instan impor ya yang untuk lidah Indo selalu salah 😀 Soalnya kita kebiasa dengan bumbu yang gurih banget (tebak dari apa :P) jadinya makan mie impor itu kurang nendang (coba tambahin sandal :D). Nah Irvins ini beda. Awalnya emang yang terkenal itu kripik kentangnya, tetap yang terenak (dan termahal) di antara kripik kentang telur asin lainnya. Di permieinstanan ini Irvins belum ada lawannya, yang spicynya pun ngga asal pedas, tapi tetap berasa gurihnya dan pedasnya kemakan buat saya yang maksimal cabenya 2 kalau makan rujak cingur. Lo ini mau endorse apa sih 😀

indrihapsariw.com
5. Tipsy Ice Cream – Jakarta
Ngga sengaja liat pas ke Astha 8, buat yang sudah berumur 21+ dan boleh mengkonsumsi alkohol, bisa nyoba es krim campur miras ini. Miras itu kan ngga enak ya, pait dan asem aja dominannya. Dicampur es krim, jadi enak dong tanpa takut ngefly (asal makannya wajar ya :D). Selesai makan bukannya lidah kebas malah badan anget. Es krim itu enak karena dingin dan manis, rasanya jadi tambah khas karena tiap liquor punya keunikan tersendiri.

indrihapsariw.com
6. Pastel Soponyono – Jember
Saya bukan pecinta ragout, kalau masaknya ngga sesuai. Ragout yang bener itu masih kerasa campuran ayam, wortel, kentang, telurnya. Cukup lembut sampai agak benyek. Kesegarannya juga terasa padahal ngga bisa disimpan lama, jadinya memang yang fresh from the oven eh wajan itu yang sedap. Ada satu depot kecil di Jatiroto Jember yang kalau masak ragout itu bener, dan yang paling puas itu kalau makan pastelnya. Udahlah gede, kulitnya crunchy dan tipis, isinya penuh banget. Dia kalau bikin onde-onde apalagi yang masih anget itu juga enak, lembut semua kulit dan isinya. Tahu isinya juga dong…isi toge dan sayur-sayuran, pake daging sapi suwir (!) dan entah apalagi. Kulit tepungnya tipis aja dan crunchy. Perjalanan jadi lebih seru ditemani gorengan-gorengan ini. Depotnya ngga mendisplay banyak-banyak, begitu habis dia goreng lagi, jadi sabar aja ya misal sudah kosong raknya. Cuma buka sampe sore, jadi siapa cepat dia dapat 😀 Yang saya beli https://maps.app.goo.gl/N2uAQZgar13SwjH99, awalnya mampir ke depotnya yang dekat lampu merah, tapi karena susah parkir jadi pindah kesini.

indrihapsariw.com
7. Hanamasa – Surabaya

indrihapsariw.com
Kalau demen AYCE, rekomendasi saya ke Hanamasa sih di semua cabangnya. Layanan dan variasi makanan standar Hanamasa, jadi pilih manapun sama aja. Harga moderate dibanding AYCE lainnya di Surabaya, tapi variasi makanan banyak dan bisa digigit semua 😀 Saya kan malas ngunyah ya, paling males kalau ketemu daging yang penampakannya menggiurkan tapi ngga bisa dikunyah. Kaya…buat apa dia ada gitu loh 😛 Variasi ikannya juga banyak dan ngga amis (ini prestasi loh, saya bakar udang aja amis, piye ya :P) Trus sayurnya beberapa pilihan. Kalau jenis makanan, mau bakar-bakaran (robatayaki), panggang (yakiniku), atau rebus (shabu-shabu) ada semua, variatif, segar, bisa dikunyah, dan enak semua. Rebusan bisa pilih mau kuah kaldu apa, tiap orang punya kompor sendiri. Yang barengan panggangan, 1 meja satu panggangan. Dessert dan minuman juga beragam, terakhir bisa minta es krim. Promonya juga banyak dan bisa ngumpulin poin buat dapat gratisan. Servicenya juga bagus dan semua pegawai ramah, tempat luas dan parkir luas.
8. Layar Seafood – Surabaya
Makan seafood itu ngga bisa jadi harian ya, biasanya momen kumpul keluarga sih baru makan seafood. Nyobain yang di Jakarta, Semarang, dan Surabaya, ya balik-baliknya ke Layar Seafood nih, baik yang di Bukit Mas atau Manyar. Semua tempatnya nyaman, elegan, bersih, dengan pelayan yang sigap. Soal rasa, ini yang buat kita selalu balik, adalah kepiting telur asinnya. Kepitingnya segar, ngga saingan sama saus telur asinnya yang pekat dan gurih. Sampai seladanya selalu habis disantap anak-anak yang ngga doyan sayur 😀 Makanan lainnya enak juga, segar, tapi bisa ditemukan di resto lain. Kepiting telur asinnya yang sing ada lawan.

indrihapsariw.com
9. Spam Onigiri – Tokyo

indrihapsariw.com
Salah satu kelemahan onigiri itu, kenapa nasinya banyak isinya dikit 😀 Sama sih kaya lemper, duh coba kalau ayam semua, tapi ntar jadi kemanisan ya 🙂 Cuma di Jepang nemu Spam dijadiin isiannya nasi. Puas makannya, berasa sampai gigitan terakhir karena dibentuknya kaya sandwich gitu. Spam di Indo jarang banget beli, selain jarang yang jual karena non-halal, juga karena mahal 😀 Di Jepang turun takhta jadi makanan ala-ala convenience store.
10. Nasi Cuhima Bu Evie – Surabaya
Cumi hitam itu enak banget dah. Cuminya gurih, lebih gurih lagi pakai tinta hitamnya. Orang Madura pinter-pinter masaknya, cumi atau bebek selalu berhasil di tangan mereka. Cuma suka ngga puas makannya, karena cumi hitam itu salah satu pelengkap di nasi madura. Masalahnya lauk lainnya saya ngga doyan-doyan banget, maunya cumi hitamnya yang banyak. Nasi cuhima Bu Evie ini saya tahunya karena dapat nasi kotakan dengan merk ini. Dicobain, la kok cocok, kok enak. Kalau ke tempatnya langsung belum pernah ya, ini ada alamatnya di box.

indrihapsariw.com
Ini baru tipe standarnya, udah lengkap sama cuhima, telor asin seperempat, mie, serundeng, peyek rebon, sambel, dan itu enak semua. Mau versi lengkap nanti dikasih daging empal, babat, usus, udang goreng, sama entah apa lagi. Yang saya ingat, tumben-tumbenan nasi abis duluan sebelum lauk 😀 Generous banget kalau ngasih lauk.
11. Wicked Pies – Surabaya

indrihapsariw.com
Pas ke Sydney, turun dari bus HOHO (hop on hop off) langsung ketemu food truck yang jualan pie. Enaaak banget, dan rasanya ngangenin. Di Indo, ada yang mirip rasanya, namanya Wicked Pies. Awalnya cuma bisa beli di Jakarta, sekarang uda buka di Surabaya. Semua variannya enak, termasuk yang vegan isi bayam 😀 Variannya ditandai dengan goresan di bagian atas pie. Bisa beli yang frozen atau minta diangetin aja dulu. Harga memang premium tapi worth the money kok.
12. Nava Hotel – Tawangmangu

indrihapsariw.com
Ini contoh hotel yang worth the money. Paling mahal di kota Tawangmangu, tapi malah jadi hemat. Begitu nyampe hotel yang kamarnya luas dan bersih gini, udah diem aja nikmatin kabut yang cepat banget datangnya dan pekat. Selekas itu sampe kalau kita lihat ke balkon udah ngga keliatan apa-apa. AC ngga usah dinyalain udah dingin. Begitu kabut hilang, langsung keliatan pemandangan indah ini. Hotelnya di tebing, jadi lobbynya sejajar jalan, kita kalau ke kamar malah turun pakai lift. Di tiap level tebingnya dimanfaatkan dengan baik untuk tamu. Ada kolam renang, kolam ikan, gazebo, taman-taman, kandang kelinci, lapangan buat olahraga bareng, api unggun. Di kejauhan keliatan gunung dan perbukitan, kalau gunung Lawu ngga keliatan karena letak hotel di kaki gunung Lawu. Jadi diem aja di hotel udah bisa wisata. Trus makanannya dong, banyak dan enak-enak. Breakfast udah include, dinner ada yang include ada yang ngga. Bayarpun karena jadi tamu hotel jadi didiskon 30%, pilihannya juga daging-dagingan dan masaknya bener. Daaan…ada high tea juga buat tamu hotel. Jam 3-5 bisa nongkrong di cafenya yang cantik dan mencoba berbagai varian teh dan kudapan yang enak-enak. Pas datang, welcome drinknya ditambah kletikan, dan di momen-momen khusus ada free ice cream juga.
13. Fuller Smoke Town – Bandung

indrihapsariw.com
Perdagingan dan perasapan memang tidak bisa dipisahkan. Yang bisa bikin daging jadi berbumbu, empuk, tapi ngga menghilangkan tekstur serat dagingnya ngga banyak yang bisa bikin. Sudah lelah rasanya makan yang jenis meltique atau pique yang kalau salah malah jadi kaya baso. Yang bisa bikin kaya Fuller ini mungkin banyak (pernah ketemu di Yogya dan Surabaya) tapi yang variannya banyak dengan harga moderate kayanya baru Fuller deh. Tempatnya luas dan nyaman terutama yang outdoor, khas amerika dan anak muda. Makan ginian kayanya ngga bisa banyak ya karena cepat enegnya. Anyway, masih terbaik di kelas daging asap.
14. Big Bad Wolf
Setiap ada pameran Big Bad Wolf (BBW) di Jakarta dan Surabay kita berusaha datangi. Meski buku ada aja yang belum kebaca, tapi senang aja berada di lingkungan perbukuan impor yang punya banyak kelebihan. Topik beragam, mendalam, reader friendly, cetakan bagus, jilidan mewah, dan harga murah (kalau dibanding harga aslinya). Istilah buku sebagai jendela dunia, literally tercapai dengan ribuan buku ini. Selalu ada yang menarik, baca buku sebagai kesenangan itu lebih bertahan lama dan mengena daripada baca buku sebagai kewajiban.

indrihapsariw.com
15. Bakpia Eastparc Hotel – Yogyakarta
Banyak merk bakpia di Yogya, tapi yang sesuai selera saya hanya beberapa. Biasanya beli Bakpiaku yang outletnya ada dimana-mana, karena bakpianya yang empuk, kulit tipis, rasa isiannya juga khas sesuai judulnya. Kemasannya juga menarik dan modern. Akhir-akhir ini belinya yang cuma dijual di Hotel Eastparc di Yogyakarta. Ada testernya dengan rasa yang unik, bisa coba dulu sebelum memutuskan mau beli yang rasa apa. Ditunggu dulu ya karena yang ngemas pihak hotel. Bakpianya lembut tapi bukan kukus 😀 isiannya berasa dan ngga terlalu manis. Kemasannya satu-satu gini, lebih kecil daripada bakpia lainnya jadi sekali emplok abis dah 😀

indrihapsariw.com
16. Gudeg Sagan – Yogyakarta

indrihapsariw.com
Benernya bukan penggemar gudeg karena manis. Udahlah manis banget, kreceknya ada yang dibikin pedes banget sampe ngga kemakan :,( Untunglah kenal Gudeg Sagan yang diperkenalkan teman-teman dari Surabaya. Rupanya rasa gudeg ini lebih cocok untuk lidah Jawa Timur yang pecinta asin. Ayam dan kreceknya enak semua, ngga over spicy dan sweet, cenderung gurih malah. Kalau ke restonya di jalan Sagan tempatnya ngga seberapa besar tapi layanannya cepat. Yang enak lagi, bisa dipesan di kereta! 😀 Jadi kalau naik Argo Wilis, buka KAI Access dengan tiket kita sudah di dalamnya, trus bisa pesan menu-menu yang ada di beberapa kota yang dilewatin jalur kereta. Salah satunya ya Gudeg Sagan ini. Lepas Yogya, nanti ada prami/prama yang anterin ke bangku kita. Ya way expensive sih dari harga asli, tapi mending lah daripada beli sendiri 😛
17. Saga Japanese Restaurant – Surabaya
Yang biasa kita kunjungi di daerah Mayjend Sungkono, meskipun buka juga di Galaxy Mall 3. Makanan Jepang yang otentik, jadi warning mungkin ngga semua lidah Indo suka. Buat penggemar sashimi, pasti doyan deh karena semua segar dan motongnya bener, ngga ada amisnya hidangan-hidangan lautnya. Kalau suka unagi, ada pilihan dari laut apa sungai. Beef enokinya juga enak. Sushinya jarang yang rebutan rasa sama mayo dan tomat, jadi berasa kesegarannya.

indrihapsariw.com
18. Bubur Ayam Mangga Besar I – Jakarta

indrihapsari.com
Sebenarnya ada bubur ayam langganan di jalan Haji Samali Jakarta, tapi entah kenapa udah ngga muncul lagi di GMap dan Gojek. Padahal uda paling enak seIndonesia tuh, buburnya uda gurih sama kaldu ayam kampung. Ngasi suwiran ayam dan potongan ati empelanya royal, ada krupuknya, la kok ilang dari peredaran. Akhirnya ketemu bubur ayam enak pas kita lagi di daerah Jakarta Kota. Rame banget, ada yang datang bawa koper. Maksudnya dibelain gitu makan dulu disitu sebelum balik ke daerahnya. Buburnya sebanyak ini, pertama uda mikir wah ngga bisa abis nih. Lauknya ditaruh di piring besar, ok berarti makan cantik nih atau masuk tim bubur ngga diaduk. Ternyata nyendok sekali, lah kok enak. Trus di dasarnya ternyata BANYAK ayamnya dong 😀 Ngga jadi pindah tim, akhirnya buburnya diaduk dan ditambahin semua lauk yang ada di meja besar. Enak semua sih untuk ukuran Chinese porridge.
19. Tomoro Coffee – Surabaya

indrihapsariw.com
Dunia perkopian ini ada stratanya. Yang high end ada, harga 50 rb ke atas segelasnya. Yg moderate 20-an, sisanya pengabdi sasetan 😀 Di tengah bejibun kopi moderate dengan pilihannya berbagai rasa manis, terselip kafe kecil model Tomoro gini yang tampilannya unik dengan warna orange dan dominan putihnya. Kalau dari pajangan di kafenya, pemiliknya serius nyari biji kopi yang sesuai dengan lidah Indonesia, kerjasama dengan barista luar, punya pabrik penggilingan sendiri, jadi yang diutamakan kualitasnya. Harga terjangkau, mau switch ke plant based milk ngga mahal banget, kopi seriusnya (single origin) juga terjangkau, ya pantes banyak diminati. Kekurangannya cuma satu, pada ngga buka pagi seperti kebanyakan kafe kopi di Indo. Padahal perlu kopinya kan pagi ya. Bener ditulis jam 7 buka di Gmap, kenyataannya beda. Ya mungkin tergantung pengawasan ke cabang ya biar ngga bikin kecewa. Roti-rotinya juga enak dan moderate, patut dicoba.
Benernya ada satu kopi lagi yang sesuai selera sy juga (enak dan ngga mahal :D) nanti saya spill ya.
20. Puffa – Surabaya

indrihapsariw.com
Berharap bisa bertahan sih usaha pizza ini, karena beneran enak dan unik. Pizzanya paduan dengan pastry, sepintas renyahnya kaya Wicked Pies. Isiannya juga enak dan nagih semua, ngga cuma daging, kejunya bisa sampai 4 macam. Ada varian manis, cuma di mindset saya pizza itu harus asin 😀 Harga emang lebih mahal daripada chain pizza lainnya, tapi bolehlah dicoba. Toppingnya berada di dalam pizza, bukan di atasnya 😀
21. Kenjiro – Jakarta

indrihapsariw.com
Kalau di Jakarta mestinya banyak ya pilihan resto Jepang yang otentik. Salah satunya Kenjiro, secara rasa otentik, untuk tampilan lebih fusion sih. Di antara menu-menunya, yang paling ngga ada duanya ini sih, jamur campur seafood. Namanya Kinoko Tsutsumiyaki (susah ya, ini aja saya nyontek :D). Jamurnya masih berasa tekstur dan rasanya, seafoodnya gurih dan ngga amis. Ada rasa smokynya dikit dan agak manis. Makan ini ngga kenyang sih, apa mestinya pake nasi ya 😀
22. Justus – Bandung

indrihapsariw.com
Kalau di Surabaya ada Boncafe, kalau di Bandung ada Justus. Karena ini topiknya best buy 2023 dan selama 2023 saya ngga makan steak di Boncafe, jadilah ngga masuk daftar 😀 Tapi cirinya sama kok. Steak enak harga terjangkau, dengan tampilan yang mantesin buat dipamerkan. Sausnya sudah disesuaikan dengan lidah Indo, layanan bagus dan cepat, setiap datang di beberapa cabang selalu standar rasanya jadi uda kaya comfort food/place aja. Mutu daging bagus, kondimennya juga serius nyiapinnya.
23. Kopi Tuku dan Bolu Kukus Siliwangi – Surabaya

indrihapsariw.com
Ini kopi moderate yang mau saya spill juga, Kopi Tuku. Ngga banyak buka di Surabaya, tapi kopi susu tetangganya beneran unik ngga ada yang bisa nyamain. Karena beli literan, dimasukkan ke kulkas bisa tahan 3 hari dan sama enaknya seperti hari pertama.
Si bolu kukus Siliwangi ikutan karena di antara bolu kukus lainnya, ini yang paling banyak rasa, konsisten kualitasnya, kemasan bagus, dan terjangkau harganya. Cocok dinikmati sendiri atau dikirimkan ke kerabat. Teksturnya lembut dan ringan, rasanya manis yang pas. Rekomendasi saya adalah rasa buah-buahannya, beneran unik dan berasa. Ada duren, mangga, stroberi, alpukat. Kata pegawainya, bolu-bolu ini didatangkan langsung dari Bogor. Tahan 3 hari di luar kulkas dan 7 hari di kulkas.
24. Apeng Kwetiaw Medan – Surabaya

indrihapsariw.com
Jadi inget deh pas anak-anak kecil dan pada susah makan, tiap ke Apeng mereka mau duduk anteng dan MAKAN SENDIRI kwetiaw yang ada di depannya 😀 Bener-bener segede itu pengaruh Apeng pada pertumbuhan anak-anak :P Yang khas kwetiaw gorengnya ya pake lauk yang mixed halal dan non-halal. Mie keriting campurnya juga enak. Pangsit gorengnya renyah dan isiannya banyak. Capcaynya juga ngga pernah gagal. Pokoknya enak semua dah, meski kata orang Medan sendiri di Medan kwetiaw rasanya ngga gitu. Cuma ada satu di Surabaya, selalu ramai dan kalau kesana pakai nomor antrian.
25. Sliced Deli – Jakarta

indrihapsariw.com
Ceritanya ngga sengaja nyari pizza yang potongan gitu, soalnya males makan banyak dengan satu rasa. Kalau sliced kan bisa nyobain semua. Karena pilihan non dagingnya banyak dan menarik, pesanlah beberapa. Per potong 20-an, bahkan ada yg 19 ribu. Begitu datang lewat Gofood, lah kok gede-gede. Tipis, topping full, wangi pula. Enak-enak semua sih. Kalu mau dispill tempatnya, saya nyari juga ngga dapet 😀 Satu-satunya petunjuk di packingnya, coba ke IG @sliced_deli ya.
26. Rumah Atsiri – Tawangmangu

indrihapsariw.com
Ke Rumah Atsiri beli wewangian X
Ke Rumah Atsiri beli makanan V
Jadi emang ya, ada aja makanan yang menarik mata dan memanjakan lidah di tempat paling random kaya pabrik wewangian 😀 Karena wewangiannya udah pada tau lah ya, tapi tau ngga roti bagelen itu bisa dibuat seharum dan seenak tumbuhan-tumbuhan yang ditanam di komplek pabrik wewangian tersebut? Ada bagelen rasa rosemary, jahe, dan kayu manis. Bagelennya tetep roti kering manis gitu, tapi ditambah rempah yang cocok-cocok aja kok yang jadi enak ya. Saya pilih yang mix rasa supaya bisa nyobain semua. Paling enak yang cinnamon sih, kemasannya juga bagus cocok jadi oleh-oleh.
Begitulah cerita 26 best buy saya. Kok jumlahnya ngga enak, ya ini seadanya di galeri foto. Kenapa kok ngga terstruktur ceritanya (per jenis makanan kek, atau per kota) karena ini urutannya berdasarkan waktu 😀 Semoga habis baca ini jadi kenyang ya dan bisa jadi inspirasi 😀
