Presiden Ndeso

20140825-195821-71901571.jpg

‘Selamat ya, punya presiden ndeso!’

Errr…ngga salah ye? Emang masih jaman, melihat kemampuan orang dari mana ia berasal? Atau wajah seperti apa yang dia punya? Atau pakaian apa yang ia pakai?

Karena seorang pimpinan itu, apalagi pemimpin negara, asli ngga lihat penampakannya, tapi isi kepala yang dia punya, hati yang tulus, plus mental yang kuat ngga gampang menyerah. Sehingga kalau mau dikaitkan sama kendesoannya..hellooo…where have you been lived so long? Di planet lain?

Lihat deh dari presiden pertama, istilahnya Baja, Bali Jawa, apanya kalau ngga dari daerah? Presiden kedua juga sama, ngga jelas kan asal usulnya, cuma tahu kalau dari desa Kemukus. Berani ngga bilang, presiden yang berkuasa paling lama itu ndeso punya? Ndeso tapi bisa menciptakan sistem yang kuat selama puluhan tahun, ya luar biasa, terlepas dari jahat tidaknya sistem yang berjalan.

Kalau penilaian didasarkan bagaimana penampakan seseorang, maka bisa dipastikan, orang yang menilai itu juga akan berusaha membuat dirinya sesuai image yang ingin diciptakannya, dari penampakan. Misal nih, pengen dianggap orang kota. Maka biarpun ngutang, dijabanin deh biar bisa beli fashion ini itu, gadget tercanggih, biar orang menilai dia dari penampakan yang ia ciptakan. Biar tiap tanggal 15 ketar ketir nunggu tagihan kartu kredit, tapi tetap saja dilakukan. Demi pujian, ‘Orang kota!’

Padahal kalau habis tampil keren gitu trus kerjanya nyumpahin orang, berpikiran picik dan penuh muslihat, bukannya jadinya lebih primitif ya daripada manusia yang menggunakan otaknya? Atau lebih rendah dari binatang yang bahkan masih menggunakan hatinya, saat melihat sesamanya dalam kesulitan. Luar biasa memang apa yang bisa dilakukan manusia, meski sudah dianugrahi Tuhan begitu banyak anugrah, tetap saja pikirannya diliputi prasangka.

Selamat ya, punya pikiran ndeso!

***

Advertisements