Ngga Sempat Beli Oleh-oleh? Gampang!

Kadang kalau dekat-dekat kepulangan, oleh-oleh suka terlupa, atau baru inget kalau kurang. Saya banget tuh, secara hobinya jalan-jalan tapi ngga hobi shopping. Atau belain ke satu tempat untuk khusus beli oleh-oleh, bukan saya banget. Maunya beli barang satu dua aja, tapi kan ada keluarga besar, teman-teman bahkan tetangga yang tahu dan demi kesopanan kenapa ngga memberi mereka satu dua barang sebagai kenangan? Toh kadang kita ketiban rejeki juga dapat dari mereka.

Berikut saran saya kalau waktu sudah mepet sementara oleh-oleh belum di tangan.

1. Pergi ke pusat oleh-oleh 24 jam
Misalnya saja seperti Krisna, toko oleh-oleh di Bali. Ngga semua cabang Krisna buka 24 jam, tapi ada cabangnya yang di Raya Tuban bisa kita datengin meski tengah malam. Atau pas mau ke bandara, boleh lah mampir kesini. Segala pernak pernik aksesoris, baju, mainan, makanan, ada semua. Minta dikardus dan diikat juga bisa, siap masuk bagasi atau ditenteng saja.
image

Di Singapura ada Mustafa Center. Toko 4 lantai ini surga belanja, ruwet dan lengkap. Tiap lantai dibedakan sesuai jenis barangnya. Baju, souvenir, makanan, elektronik, obat, tas, name it. Sama juga sih, mau datang subuh juga bisa. Satu-satunya penghalang cuma jam operasional MRT yang cuma sampai 11.30 malam, mulai lagi jam 5 pagi.

2. Pergi ke minimarket 24 jam
Paling tidak, ada snack buatan sana yang bisa kita ambil. Lihat bagian belakang kemasan, benar buatan sana ngga. Kalau ngga ya sama saja dong, jadi cek dulu. Kalau minuman daripada kena razia mending ngga usah. Coklat, permen, toiletries, bisa jadi pilihan. Satu minimarket di Bukit Bintang Malaysia menangkap peluang ini dengan menjual kaos I Love KL.

3. Belanja di bandara
Ada yang buka 24 jam, ada yang ngga. Permen, coklat, buku, parfum, baju, snack bisa dicoba. Kalau jarak dekat dan langsung ketemu si penerima, bisa coba makanan jadi macam sus, bakmi, atau roti 🙂

4. Delivery
Sudah ngga sempat keliling, kita bisa sempatkan browsing siapa tahu toko oleh-oleh setempat bisa antarkan oleh-oleh yang kita mau ke hotel. Misal bakpia di Yogya, atau lumpia di Semarang. Paling ngga beri waktu tiga jam untuk transaksi ini sebelum kita meninggalkan hotel.

5. Beli di hotel
Di hotel kadang ada butiknya. Barang yang dijual biasanya ekslusif, mahal, dan berkualitas bagus. Bisa jadi pilihan kalau lagi royal. Ada juga yang macam toko biasa, atau hanya berupa apotek. Eh biar apotek, kita bisa temukan toilteries khas negara tersebut lo 🙂

Kalau sudah sampai tujuan, dan ternyata kurang, gimana?
1. Sekarang ada jasa kirim ke luar kota, untuk oleh-oleh yang kita inginkan. Hubungi website toko atau forum jualan, pasti banyak yang nawarin. Mulai batagor, kue bolu, pempek, semua bisa dipesan dengan jaminan besoknya sampai. Saya sudah coba, jam sembilan malam tetap diketuk rumah saya untuk menyampaikan pesanan.

2. Pergi ke toko setempat, beli di sana.
Misal, kita baru pulang dari Malaysia, tapi oleh-oleh kurang. Silakan pergi ke hypermarket, karena produk Malaysia ada di sana. Kalau bisa sih yang ngga ada tulisan/label distributornya, apalagi label harga 😀 Begitu juga kalau sudah pulang dari Kalimantan, tapi kok ngga bawa krupuk macan. Datangi saja toko oleh-oleh terdekat, dan beli di sana.

Cara yang sama biasanya dilakukan oleh saudara-saudara kita yang baru pulang haji. Di Surabaya ada daerah namanya Ampel, tempat belanja barang-barang dari Arab. Tasbih, mukena, korma, sampai air zam-zam juga ada. Daripada bawa dari sana, berat dan mahal, mending siapkan saja di sini.

Apapun caranya, niatannya adalah untuk menyenangkan pihak lain. Jadi, pasti ada jalan 🙂
***
IndriHapsari
Gambar : sewamobilmurah.com

Advertisements