Air dan Api

20130831-223210.jpg

Meski matahari telah terbit, hariku sudah lama tenggelam.
Sesuatu yang semestinya seperti fajar, kini hanyalah senja yang renta.
Kenapa kebahagiaan belum datang jua untuk memberi jeda pada nestapa?
.
Apakah mungkin air mengalir ke hulu?
Jika sebab-akibat selalu bersahutan.
Jawaban diikuti lagi dengan pertanyaan.
.
Aku ingin kau melihatku namun kau buta.
Diammu justru meriuhkan hatiku.
Perhatianmu justru memberi aroma ironi pada takdirku.
.
Kalau saja waktu bisa kukembalikan ke masa silam.
Kan kubatalkan pilihan jalan.
Kau bukan air, aku bukan api.
.
Maka kucoba jalani penantian tanpa harapan.
Entah harus bagaimana untuk mendapat kepastian.
Ada dan tiadamu tetap meresahkan.
***
IndriHapsari
Ekperimen : kontradiksi
Gambar : mantakchia

Advertisements