Burung Nasar dan Kutukan Korban Kesembilan

Topik yg unik, dengan akhir ygbikin ngakak

Cerpen Koran Minggu

Cerpen Ben Sohib (Koran Tempo, 10 Maret 2013)

 

 

SAMPAI pada hari ketika istrinya dengan gembira bercerita bahwa Ubaid, anak laki-laki mereka, berpacaran dan berniat menikah dengan Fahira binti Mail Basuri, Hisam Tasir sedang mengenyam kehidupan yang menyenangkan. Lelaki berusia 57 tahun itu tinggal serumah bersama Mina, sang istri, dan Ubaid, anak lelaki satu-satunya. Ketiga anak perempuannya sudah menikah dan ikut suami masing-masing. Dari ketiga anak perempuan itu, Hisam dikaruniai tujuh cucu. Hampir setiap Minggu seluruh anak, menantu, dan cucu berkumpul di rumahnya. Pada hari-hari selebihnya, Hisam menghabiskan waktu dengan mengurus tanaman di halaman depan rumah, sesekali menagih uang kepada para penyewa enam rumah petak yang terletak di samping rumahnya, salat Magrib berjamaah di Masjid Nurul Huda bersama beberapa warga kampung Kebon Nanas lainnya, dan sebulan sekali, selepas salat Jumat, menjadi tuan rumah bagi empat atau lima sahabat seusianya dalam makan siang yang gaduh.

View original post 1,799 more words

Advertisements