Selumbar dan Sebalok

apple

‘Selumbar di dalam mata saudaramu bisa kau lihat, namun sebalok di dalam matamu tak kau ketahui’

Selumbar adalah serbuk gergaji, yang tentu saja ukurannya kecil sekali. Apalagi kalau kita bandingkan dengan sebalok kayu. Maksud perkataan di atas adalah, kenapa kalau kesalahan di orang lain kita hore banget, sementara kesalahan kita sendiri tidak kita sadari. Bahkan lebih bebalnya, sudah tahu salah, pakai acara ngeles lagi!

*sampai sini, semoga ngga ada yang message saya untuk nanya, ‘Kamu ada masalah apa lagi sih Ndri?’,..hehehe…serasa eike biang kerusuhan :P*

Contoh nih, salah seorang teman yang sudah luaaaamaaa banget rehat dari dunia maya, tiba-tiba bikin status di grup, isinya ‘kok pada lama ngga kelihatan?’ Helloooo..siapa gitu yang ngilang berbulan-bulan? Memang pingin dikepruk itu orang, untung jauh 😀

Saya pun berusaha menghindari menulis yang saya sendiri belum bisa laksanakan. Misal dulu waktu heboh pemakaian BBM non subsidi, alias kita disarankan tidak menggunakan Premium, saya ngga ikut-ikut tuh, arus menyarankan ini dan itu. Lha wong saya saja ngisinya masih pakai itu! Sekarang, setelah hampir setengah tahun pakai produk di luar Pertamina, tetap saja ngga nulis tentang himbauan itu. Kalau yang ini karena ngga mood saja *ngeles*.

Tapi tak tertutup kemungkinan, di antara tulisan saya ada yang belum bisa saya lakukan juga. Di antara tindakan saya, ada hal yang kontradiksi juga. Di antara ucapan saya, ada yang ngga konsisten juga. Saya bisa beralasan ’yah..namanya aja manusia’. Namun sebagai manusia punya akal kan? Punya hati kan? Pergunakan secara maksimal dua-duanya, bukan menutup hati, dan akalnya dipakai untuk mencari celah kesalahan orang lain. Itu licik namanya.

Contoh paling gress ya waktu saya memperingatkan anak saya.
Mama : Adiiik! Ngga boleh baca sambil tidur! Hayo, kenapa?
Rey : Eee…nanti pake kacamata..kaya Kakak?
Mama : Iya, bener!
Kakak : Kok kaya aku. Mama kan juga *pipi gembung*

Nah lo! Ngga sadar diri siiih 😛

IndriHapsari
***
Gambar : pinterest.com

Advertisements