Small Things in My Life

20130104-053915.jpg

Aku ingin bicara bulan, bintang, dan matahari!
.
Kenapa selalu melihat ke atas? Pandang sekelilingmu. Ada apa di sekitarmu?
.
Oh, aku hanya melihat bunga, pohon, sungai…
.
Hanya, kalau kau melihatnya dengan mata. Bagaimana jika melihat dengan telinga?
.
Ah..kucoba. Aku melihat burung di pohon, dari kicaunya. Aku melihat kodok meloncat di sungai, dari suaranya. Aku melihat lebah di sektar bunga, dari dengungnya.
.
Lalu, apa yang kau lihat dengan hidung?
.
Bunga yang mekar, karena harum. Batang yang makin besar, aromanya khas. Aku melihat pak tukang roti sedang berkeliling, bau rotinya menggoda penciumanku.
.
Dapatkah kau melihat dengan lidah?
.
Ah, aku coba ya. Buah itu sudah ranum, rasanya manis. Bunga itupun tumbuh dengan sangat baik, di pangkal putiknya ada madunya. Air yang jernih, rasanya segar.
.
Kau lihat, sekelilingmu, bukan hanya. Apalagi kalau kau melihatnya dengan panca indra.
.
Panca? Kurang satu dong.
.
Sentuhan.
.
Yaaa! Kenapa tak kau tanyakan?
.
Karena aku sudah melihat kemurnian hatimu, saat kau menyentuh lembut benda-benda kecil itu satu persatu…
.
.
(artikel yang seharusnya tayang saat pergantian tahun, namun tak siap karena ternyata lebih sulit menghargai hal-hal kecil yang ada di sekitar, daripada hal-hal besar yang menyilaukan…)

Sumber gambar:nicefun.net

2 comments

Komen? Silakan^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s