Salah satu kegiatan pengisi liburan adalah…nonton. Kalau di rumah aja, dulu ya ngikutin apa yang TVRI tayangkan. Makanya pantes kita generasi 90an ini punya kenangan yang sama terhadap Unyil, Aneka Ria Safari, dan Dunia Dalam Berita π Begitu muncul TV Swasta, lumayan lah meski harus rajin baca Acara Hari Ini di koran, demi ngga kelewatan jadwal. Trus muncul TV Kabel, sama juga sih mesti cek jadwal tapi lebih banyak pilihan.
Yang keren kan kemunculan Youtube, Netflix, dan teman-temannya. Barulah kita mengenal tayangan streaming, bisa dilihat kapanpun. Kesel sama ceritanya tinggal skip loncatin scenenya. Ngga paham kok bisa gitu, bisa ngulang adegan. Tanpa iklan (ga berlaku untuk Youtube jelata) dan kalau itu series, ngga usa nunggu minggu depan untuk sambungannya. Makanya cocok banget dibikin marathon nonton pas liburan.
Benernya begitu punya smart TV aplikasi tayangan streaming itu sudah ada di sana, tinggal masukin akun aja. Problemnya kan sudah langganan belum. Karena serial itu nagih kaya dracin π jadi episode awal gratis buat mancing penonton, sisanya ya mesti bayar. Netflix salah satu streaming berbayar yang paling populer karena punya banyak pilihan dengan harga langganan yang terjangkau.
Beberapa serial yang saya pernah nonton dan berkesan coba saya tuliskan disini ya. Siapa tahu, pas nganggur pengen nonton bisa jadi pilihan. Ngecek rekomendasi dan ceritanya apa sih selalu saya lakukan begitu episode pertama sudah keliatan menarik. Ngga gampang dapat info ini apalagi yang berbahasa Indonesia jadi coba ya saya rangkumkan. Disclaimer saya sukanya yang misteri less horor, jadi lebih ke detektif atau pengacara gitu, intinya yang mencari fakta. The Good Place pengecualian karena bukan detektif dan pengacara, tapi misterinya mengikat sampai ending. Serial ngga menonjolkan seks meski ngga anti juga. Seks itu harus punya peran dalam cerita jangan jadi gimmick aja. Sama juga dengan gimmick homo atau lesbi. Kalau ngga menyangkut cerita jatuhnya kaya takut film ngga laku kalau ngga masukkan adegan itu. Trus jangan banyak drama, ini potensi saya loncatin adegan atau episodenya. Sayangnya serial model yang saya suka begini masih didominasi Amerika dan Eropa. Asia mungkin baru Attorney Woo yang menarik minat saya.
The Mentalist

Tokohnya, Patrick Jane yang diperankan Simon Baker, adalah mantan cenayang yang bantuin polisi mecahin kasus, sambil nyari pembunuh anak dan istrinya. Sampe 7 season loh dan 1 seasonnya 20an gitu episodenya, kecuali season 7 ‘cuma’ 13. Uda cape kali ya. Yang seru dengan serial yang dimulai 2005 ini ceritanya sat set ga banyak gimmick. Fokus ke pemecahan misteri meski masih diselipin drama percintaan dan sedikit komedi. Cuma karakternya kuat dan makin lama pemainnya makin bagus aktingnya. Awalnya lempeng semua tuh π Penampakan korban ga terlalu vulgar.
The Good Place

Kalau sebelumnya tahu Kristen Bell yang jadi Elsa di Frozen, di serial ini karakternya ngikut π Berperan sebagai Eleanor, ceriwis, banyak akal, dan nakal. Nakal dalam artian bukan genit ya, tapi bener-bener rela melakukan apapun supaya tujuannya tercapai. Trus dipaduin sama Ted Danson yang jadi bar ownernya Cheers sebanyak ratusan episode, mantep bener aura bapak-bapaknya. Ceritanya lucu tapi meaningful, episode akhirnya asli bikin saya nangis. Tentang apa sih ini? Tentang surga dan ‘setelah surga’ π₯Ή
βΈ»
You

Serial pembunuhan yang bikin capek mental dan batin. Tampangnya Penn Badgley emang culun tapi kalau ngebunuh ga tanggung-tanggung sadisnya. Dan ceritanya itu dibikin dia selalu ‘ngga sengaja’ membunuh. Psikopat abis dan sampe akhir episode ada aja cewek yang terpikat. Isi serialnya ngikutin si Joe the serial killer pacaran sama wanita yang dia sukai, konflik, berakhir dengan pembunuhan menggunakan berbagai cara. Setelah season 5 asli cape karena ngga ketangkep-ketangkep, kaya bertentangan dengan nurani gitu (‘harusnya yang jahat dapat karma buruk’). Season 6 saya cuma lihat episode pertama dan terakhir, demi tau gimana sih ni orang ketangkep/matinya. Ternyata ‘hah gitu aja’ kaya matinya Voldermort setelah heboh 7 film dan 6 buku ngelawan dia π
βΈ»
Wednesday

Ada 2 season dan saya cuma bisa namatin 1,5nya karena hilang minat. Kenapa ya, padahal seru dan unik. Mungkin karena makin lama makin menyeramkan tokoh-tokohnya. Jenna Ortega sebagai Wednesday ya tetap kuat karakternya dengan muka lempengnya. Printilan keunikan keluarga Adams dan misteri di sekolah Nevermore juga masih seru. Aslinya yang jadi monster itu cowok cakep sayangnya CGInya bikin dia jadi serem banget plus gay di IRLnya π
βΈ»
Enola Holmes

Daya tarik pertama tentu Henry Cavill sebagai Sherlock Holmes yang ngga ngapa-ngapain, cuma ganteng aja π Yang jadi adeknya Millie Bobby Brown berperan sebagai Enola Holmes yang lincah dan rebel. Ya bagus sih jadi perempuan jangan menye-menye. Yang jadi pacarnya Louis Partridge, debut di serial Enola habis itu merembet ke serial dan film lainnya. IRL jadi pacarnya Olivia Rodrigo. Kata netijen ‘it’s good to know that beautiful people are together’ saking cakepnya berdua. Millie sendiri cenderung senyap karirnya setelah menikah muda.
βΈ»
A Good Girlβs Guide to Murder

Contoh lain yang karirnya berlanjut adalah Emma Myers yang jadi tokoh utama di serial AGGGTM (singkatannya aja panjang ya π). Debut di Wednesday sebagai Enid, teman sekamarnya Wednesday. Isi serialnya mecahin pembunuhan temannya yang merembet ke rahasia-rahasia lainnya. Yang menarik vibenya khas remaja banget jadi jangan salah, dibalik keceriaannya, remaja juga bisa membunuh π³
Disclaimer

Asli kegocek kalau liat short serial ini. Sabar banget sutradaranya merangkai cerita yang memikat sampe mo skip aja ngga bisa. Hati dan pikiran seperti ditunggangbalikkan. Endingnya tipe yang ‘ngga semua bisa dipuaskan’ tapi kita harus memilih kebahagiaan sendiri. Cate Blanchett selalui keren mainnya, tampilannya juga, dan lesbian di IRL. Louis Partridge nampak lebih dewasa disini dibanding di Enola Holmes. Yang ngga nyangka ada Sacha Baren Cohen, yang gila mainnya di Borat. Disini 180 derajat bedanya π Ini juga contoh serial yang adegan seksnya must there, bukan gimmick dan malah jadi inti yang merangkai seluruh episode.
βΈ»
Suits

Ini serial kantor pengacara yang sampai 9 season jadi memang buanyak kasusnya dan buanyak dramanya. Kalau ngga telaten lihat ceritanya, bisa menikmati tampilannya para pemain yang keren dengan suit Manhattannya. Tokoh utamanya Gabriel Macht yang kayanya susah deh bayangin orang lain sebagai Harvey Specter.
βΈ»
Sherlock

Kisah Sherlock paling ok ya saat diperankan Benedict Cumberbatch. Kuat secara karakter dan unik. Jadi susah ngebayangin kalau diperankan orang lain. Sepertinya Cumberbatch juga melejitnya karena serial Sherlock ini. Musuh bebuyutannya yaitu Moriarty juga kuat dan unik karakter yang diperankan Andrew Scott. Tapi entah karirnya ngga melejit banget, mungkin menahan diri dan gay di IRL .
βΈ»
The Residence

Detektif wanita dan kulit hitam rasanya hanya Uzo Aduba yang memerankan Cordelia Cupp. Pembawaanya tenang dan unik. Diminta untuk mecahkan pembunuhan di White House. Asyiknya ya sambil ngamatin dalamannya White House kaya apa. Disini presidennya gay ya dan ibu negaranya sesama pria.
βΈ»
Extraordinary Attorney Woo

Satu-satunya serial pengacara Asia yang masuk radar saya ya pengacara Woo ini yang diperankan Park Eun-bin. Misterinya OK lah meski mbaknya ngga sekeren pengacara-pengacara di Suits karena dia autis. Jadi punya keanehan-keanehan ucapan dan perilaku, tapi jenius dalam mengingat sesuatu. Park Eun-bin ini artis yang bagus, ga takut jelek dan aktingnya bagus, ngga kebayang kalau yang main artis lain bakal kaya apa.
Nah sementara itu dulu ya yang bisa saya ingat. Semoga makin banyak film-film bagus yang mentrigger ‘the little grey cells which we must rely’, kata Hercule Poirot π
