Mencintai Tanpa Memiliki, Memang Bisa?

20130227-232055.jpg

Konsep percintaan yang sedang saya pelajari adalah mencintai tanpa memiliki. Ya, saya memang terbiasa dengan konsep mencintai yang memiliki, jadi kita bisa hidup bersama dengan orang yang dicintai. Apa yang lebih membahagiakan dari hal tersebut, menemaninya sejak matahari terbit hingga terbit lagi, menghabiskan sisa hidup kita bersamanya, dan mendapat limpahan cinta darinya.

Jika mencintai tapi tak bisa memiliki, maka kemungkinannya bisa dibagi dalam dua hal, yaitu saling cinta tapi tak bisa memiliki, atau cintanya bertepuk sebelah tangan. Untuk yang saling mencintai, penyebab tak bisa memiliki adalah yang dicintai sudah milik orang lain, tidak mendapat restu orang tua, mementingkan ego sendiri-sendiri (misal ngotot tinggal berjauhan demi karir), atau yang dicintai menolak untuk alasan khusus (misal dia penderita AIDS, takut menular dan memilih berkorban untuk tidak memberi harapan semu pada yang mencintainya). Sedangkan cinta bertepuk sebelah tangan, sudah jelas ada satu pihak yang merasa keberatan jika terjalin hubungan.

Kita bahas yang pertama ya, karena untuk yang kedua saran saya sih cari yang lain saja yang juga mencintai Anda. Bagaimana jika saling cinta tapi tak bisa bersama. Pedihnya luar biasa. Hati sudah meledak-ledak ingin bersatu dengan tambatan hatinya, tapi ada kaca yang menghalangi. Bisa melihatnya, tapi tak bisa menyentuhnya dan merasakan sentuhannya. Resiko dalam menjalani hubungan seperti ini adalah sakit hati yang melanda,dan hati-hati berkembang jadi sakit jiwa. Bisa juga sih kalau seseorang sudah ikhlas, maka yang dicintai bersama siapapun atau melakukan apaun, dia bisa tetap tersenyum sambil berkata ‘Aku bahagia untukmu’.

Memang ada yang bisa begitu?

Hmmm..let’s see. Saya punya teman perempuan, yang sampai usianya 40 lebih ini tidak menikah, dan masih ditunggu pacarnya yang berada di luar negei sampai dia siap. Si lelaki mencintainya, sampai memilih tidak menikah dengan siapapun demi menunggu gadis pujaannya. OK saya tidak tahu dia ‘jajan’ atau tidak selama ini, tapi waktu selama ini membuktikan kesetiaannya. Kebetulan teman saya ini juga lempeng, tidak berhubungan dengan lelaki manapun.

Kalau di film silat sih begitu ada yang patah hati, langsung dia mendaftar jadi pelayan Tuhan, meninggalkan keduniawian, dan melupakan kenangan. Rasa ingin memilikinya dia hilangkan, dan cinta dibagikan pada sesama.

Ada juga yang tak bisa memiliki, tapi sembari menunggu yang dicintai mau, maka dia menjalin hubungan dengan yang lain. Misal menikah atau berpacaran dengan orang lain yang sebenarnya tidak dicintainya. Jadi, dia tidak menyia-nyiakan hidupnya, cintanya jalan paralel, dan let it flow saja.

Jika hubungan sudah terjalin dengan yang lain, kemudian di tengah hubungan ternyata ada seseorang di luar yang lebih layak dicintai, maka konsep mencintai tapi tak memiliki ini juga sering digunakan sebagai alasan diperbolehkannya hubungan ini.’Saya setia lo, makanya saya tetap dengan pasangan resmi saya, meskipun hati ini sudah ada yang punya’.

Dua contoh terakhir, akan mengurangi kepedihan karena tak bisa memiliki. Ya, karena ada seseorang di samping kita, yang entah tahu entah tidak pasangannya telah menyewakan hatinya untuk orang lain. Kalau lagi rindu yang dikecup ya pasangan resmi. Kalau lagi cemburu yang kena getahnya juga pasangan resmi.

Sekarang, kalau kita memilih jalan itu,mencintai tanpa memiliki, memangnya bisa ikut senang, saat incaran kita tertawa bahagia dengan pasangannya? Memangnya tidak iri, kalau si pasangan bisa bebas menyentuh incaran kita? Memang tidak sebal, melihat kemesraan mereka berdua? Memangnya, mau menunggu sampai kapan? Kalau sadar akan resikonya, ya teruskan saja. Tapi janji ya, tidak sakit hati. Tapi jika tidak tahan, sebaiknya cari penggantinya. Memang bakal susah melupakannya, tapi manusia bisa berubah. Jadi jika sekarang hati ini untuknya, suatu hari bisa untuk orang lain yang tulus mencintai kita.

Apakah tidak mungkin suatu saat bisa bersama? Bisa saja, siapa yang tahu nasib manusia. Namun sembari menunggu saat itu, apakah tidak lebih baik memberi cinta kita pada orang-orang terdekat? Jangan berusaha memiliki yang belum dikendaki Tuhan, bisa-bisa Tuhan membatalkan rencananya untuk menyatukan kita.

Memang tidak boleh? Ya boleh saja, tergantung yang menjalani. Hubungan yang tidak mengikat tentu saja tidak punya tujuan, tapi memberi kenikmatan pada pelakunya. Sama-sama suka, sama-sama menikmati sensasinya, tapi tidak melakukan apa-apa. Yah, ‘hanya’ menyerahkan hati saja. Hubungan yang tidak akan kemana-mana, jika Tuhan tidak ikut campur menyelesaikannya. Dosa? Tanya saja pada hati nurani, ada perasaan bersalah atau tidak. Jika kita harus menutupinya dari pasangan resmi, itu sudah masuk kategori bersalah. Jika kita tidak rela pasangan kita melakukan hal yang sama, itu juga masuk kategori bersalah.

Huaaah, membahas beginian capek juga ya. Susah mencari titik temunya. Tapi semoga kita bisa memilih yang terbaik untuk kita, tidak menjadi korban perasaan, apalagi berkorban untuk sesuatu yang sia-sia.

Girls Talk - Indri Hapsari
Girls Talk – Indri Hapsari

Masih penasaran bagaimana sih menghadapi mahluk yang bernama cowok itu? Atau sebaliknya, cewek itu serumit apa sih, maunya apa sih? Yuk mari baca buku terbitan BIP ini, mulai tayang di seluruh Toko Buku Gramedia, pertengahan Juni 2015. Yang ngga sabar atau ngga sempat kesana, bisa PO ke ihapsari(at)outlook.com, atau twitter indyfindme.

Ditunggu ya ^_^

242 Comments

  1. mlm mbk,, mnta solusinya yaa…
    q udh pnya cwok, pcaran 3 thun,, dia synk n srius ma hubungan ini.. tpi ortuaku gk stuju.
    dan sdah dpat 1 bulan ini hubunganku sma dia renggang,,, krna ngrasa lelah brjuang dpatin restu ortua…& dsaat msalah hub sya dg pcar
    sperti ni,, synk dkat dg cwok tpi beda agma dg aku, ntah knpa smenjak khadiran cwok ini qw jdi ngrsa nyaman dn lupa dg hubungan ku dg pcar yg gk jlas ni.. mnurut mbk q hrus gmna yaa…. q ngraasa synk ma ni cwok..tpi agmna kita beda..sdih bgt.. pngen nglupain tpi gk bsa😢😢

    1. Yang pertama itu restu ortu. Kalau emang cinta banget, ya kalian berdua mesti usahakan utk dpt restu mrk. Mesti sabar dan ngga boleh emosian. Kalau ngga kuat, kibarkan bendera putih lebih baik putus drpd hidupnya ngga berkah 😊 smg bs ketemu solusi ya

  2. Mencintai tanpa memiliki emank sakit, toh pada akhirnya cinta kita g direstuin dengan orang tua nya….
    Cuman hal sepele krna aku mempunyai adik yang di anggep ortu nya beban
    Pada akhir nya dia yg takut dengan kata putus sekarang memilih untk brpisah..
    Dan dia masih ingin tau kabar msh suka ngintai dan selalu cari tau lewat medsos dari tmn n sodara nya
    Dy yg kadang suka ngajakin makan mlm
    Dy juga ingt annive yg ke 2 tahun kmrn
    Dy yg masih cmburuan jika ada co yg nlp
    Entah dy nganggp sahabat tapi seperti pacar
    Harus gimna? 😦
    Aku yg msh 21 tahun ingin fokus buat kuliah tahun ini tapi dy sllu bkin hidup aku engga tenang 😥

  3. Dear Mbak Indri,
    Saya mau bertanya pendapat anda.
    Saya baru 2 bulan putus dengan calon suami saya, padahal kami sudah berpacaran 3 tahun lebih dan sudah mempersiapkan pernikahan. Tetapi, 4 bulan sebelum pernikahan kami dia meminta membatalkan pernikahan dan meminta putus dengan saya. Tentu saja awalnya saya tidak terima dengan keputusan itu. Memang kami lumayan sering bertengkar, tapi biasanya kami akan baikan lagi. Kali ini berbeda, ketika bertengkar dia tiba-tiba menyerah begitu saja saat itu juga. Alasannya dia merasa menjadi tidak siap untuk menikah, padahal dia yang meminta saya dan meyakinkan saya untuk diajak menikah. Sungguh alasan yang tidak jelas, karena persiapan pernikahan kami sudah 60%. Baju sudah selesai, gedung sudah dibooking,dll. Seenaknya saja dia membatalkan. Orangtua saya sangat marah tapi mereka lebih mengkhawatirkan dan lebih menguatkan saya daripada harus marah pada calon saya tersebut. Ibu nya sempat menelepon saya sambil menangis dan bertanya kenapa bisa putus. Saya jelaskan kepada beliau bahwa anaknya yang tiba-tiba berubah dan meminta mengakhiri semuanya.
    Saya betul-betul hancur selama sebulan setelah diputuskan, saya tidak bisa membayangkan bagaimana juga perasaan orangtua saya.
    Tapi Puji Tuhan, saya tidak terlalu lama berlarut-larut dalam kesedihan ini. Saya mulai menjalani kehidupan saya seperti biasa (hanya saja saya masih malas menjawab pertanyaan orang2 tentang batalnya pernikahan ini).
    Beberapa hari lalu ada satu hal yang mengingatkan saya kepada seseorang yang pernah bertemu dengan saya 7 tahun yang lalu. Saat itu saya baru lulus SMA, ketika saya pergi ke tempat ibadah saya bertemu lelaki ini. Pada saat itu hanya kami berdua yang berdoa di tempat itu. Setelah selesai berdoa, dia mengajak saya mengobrol. Awalnya saya risih diajak bicara dengan orang baru, tapi dia sopan dan menyenangkan saat ngobrol. Tidak terasa sejam kami bercerita lalu kami berpisah. Sejak saat itu saya selalu mengingatnya. Bahkan saya mencari dia melalui akun medsos. Singkat cerita, kami bertemu lagi di tahun berikutnya juga pada saat ada acara kerohanian. Saya senang bisa melihatnya padahal kami jarang komunikasi walaupun sudah berteman di medsos (sempat beberapa kali chat di inbox).
    Lalu saya tidak pernah bertemu dengannya selama 5 tahun belakangan ini, sampai saya berpacaran pun dengan calon (batal) suami saya kadang membuka profil medsos nya untuk mengetahui kabarnya. Bukan berarti saya ingin selingkuh dengannya.
    Setelah putus dengan calon suami saya, saya kembali mengingat dia. Kekaguman saya terhadapnya tidak berubah sejak pertama kali bertemu.
    Saya tidak tahu harus bagaimana, menyapanya atau tidak atau bagaimana. Saya ingin memiliki dia. Itu yang ada dipikiran saya. Saya lihat di medsos statusnya masih single (ya tidak tahu kenyataannya begitu atau tidak).
    Saya merasa ada kepercayaan diri atau kepedean untuk mengenal dia. Tapi bagaimana caranya?
    Saya berharap ini bukan perasaan sesaat saya. Mohon beri masukkan mbak.
    Terima kasih.

    1. Wah mbak ikut prihatin dengan kejadian tsb. Sy bs sih ngomong yg menguatkan tp sy bener2 prihatin dgn keadaan mbak. Terima kasih telah berusaha setia, mgkn org baru ini jodoh yg disiapkan Tuhan, tp mgkn jg tdk. Tetap usaha, tp tdk perlu terlalu giat.

      Hubungi sj atau ajak bicara. Pasti perlu penyesuaian macam2 ya sebelum masuk ke jenjang selanjutnya. Mungkin nanti muncul yg lain lagi, who knows. Sekarang saatnya buka kesempatan seluasnya bagi org2 baru yg mgkn akan muncul dlm kehidupan mbak. Semoga sukses ya 😊

Leave a Reply to indrihapsari Cancel reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s